5 Bintang Lapangan Gagal Menjuarai Liga Champions

5 Bintang Lapangan Gagal Menjuarai Liga Champions

Sudah pasti setiap pemain ingin tampil dalam ajang besar, seperti Piala Dunia. Namun ada tournament tahunan yang selalu menarik perhatian semua pemain dunia, Liga Champions. Sayangnya tidak semua bintang lapangan berhasil membawa pulang trofi telinga besar tersebut, Gianluigi Buffon salah satunya.

Merasa jika ajang Liga Champions memang sangat berat karena menggunakan sistem knouk-out, sehingga tidak bisa melakukan kesalahan sama sekali. Satu kesalahan saja, maka harus dibayar mahal dengan tersingkir dari ajang tersebut.

Buffon sudah mendapat trofi Piala Dunia bersama Italia, Sembilan kali membawa trofi kemenangan Serie A, namun selalu berakhir gagal di final Liga Champions, bukan hanya satu kali namun 3 penampilan bersama Juventus.

Ternyata bukan hanya Buffon saja, ada banyak pemain bintang lain yang terpukul tidak bisa membawa trofi kemenangan Liga Champions. Bahkan beberapa diantaranya sudah berhasil mendapatkan banyak kemenangan, namun selalu gagal dalam pertandingan penuh keberuntungan tersebut.

5 Pemain Bintang Lapangan Gagal Menangkan Liga Champions

  • Zlatan Ibrahimovic

Hampir mendapatkan trofi kemenangan Liga Champions bersama Barcelona pada 2010 lalu, Ibrahimovic memang sudah tampil lebih dari 100 kali di Liga Champions, bahkan berpindah dan datang lagi dengan klub top dunia. Masih saja gagal memeluk piala kuping besar tersebut, bahkan lebih menyakitkan lagi, Barcelona akhirnya memenangkan Liga Champions di tahun 2011.

  • Patrick Vieira

Berhasil menenangkan Liga Inggris tiga kali bersama Arsenal bahkan mendapatkan empat kali kemenangan Juara Serie A dengan Juventus. Namun tetap gagal mendapatkan Liga Champions, rekor terpanjang dalam ajang knock-out tersebut hanya sampai di perempat final saja, ini terjadi bersama Juventus dan Arsenal. Terakhir bermain di Liga Champions dengan Juve hanya finish di perempat final pada tahun 2006 lalu.

  • Robert Pires

Bersama Arsenal di bawah komando Arsene Wenger, Pires hanya berhasil sampai di babak final saja pada tahun 2006 karena di kalahkan Barcelona dengan skor tipis, 1-0. Bahkan di tahun sebelumnya, Pires berhasil mendapatkan trofi Piala Dunia dengan timnas Prancis.

Pernah mencoba kesempatan tampil kembali di Liga Champions, namun harus berakhir buruk di fase grup dengan Olympique Marseille. Hingga kini Pires tetap tidak pernah berhasil membawa dan ikut serta dalam kemenangan trofi di kuping besar.

  • Francesco Totti

Bersama AS Roma hingga sepanjang karier sepakbola, hanya bisa mencapai rekor terbaik di perempat final 2007 dan 2008. Lebih parah terjadi pada 2007, dimana Roma kalah hanya karena agregat dengan Manchester United, padahal sebelumnya mendapatkan kemenangan di leg pertama.

Bukan hanya terjadi sekali, namun di tahun 2008, kembali Setan Merah menjadi pencabut trofi kemenangan. Lagi-lagi harus kalah dengan agregat 3-0, ini membuat Totti sebagai pemain senior di Roma yang tidak pernah memegang trofi Liga Champions.

  • Ruud Van Nistelrooy

Striker tertajam di Eropa, gagal mendapatkan kesempatan memenangkan trofi Liga Champions, bahkan setelah berhasil mencetak rekor 56 gol di laga tersebut. Ini menjadi rekor dalam tiga tahun nyaris berturut-turut, pada 2002, 2003 dan 2005, Van Nistelrooy mendapatkan ini semua bersama Manchester United.

Sayangnya saat MU memenangkan Liga Champions pada 1999, pemain asal Belanda tersebut masih bersama PSV Eindhoven. Bahkan saat bersama Real Madrid gagal juga mendapatkan trofi Liga Champions, baru setelah hengkang ke Hamburg SV, Madrid mendapatkan trofi bergengsi tersebut.

Kebanyakan pemain memang datang di waktu yang kurang tepat, seperti Ibrahimovic harus hengkang saat Barcelona memenangkan Liga Champions. Ini juga terjadi pada Van Nisterlrooy, bukan hanya satu klub namun dua kali nyari mendapatkan trofi tersebut namun terburu-buru hengkang dari klub.