Jelang Final Liga Champions, Klopp Pernah Tolak Tawaran Manchester United

Jelang Final Liga Champions, Klopp Pernah Tolak Tawaran Manchester United

Final Liga Champions – Bongkar pasang manajer menjelang akhir musim bukan pemandangan baru, hal ini bahkan terjadi pada beberapa klub besar. Jurgen Klopp secara mengejutkan mengatakan pada wawancara dengan Robbie Fowler, jika dirinya pernah menolak tawaran menjadi manajer Manchester United.

Hal ini terjadi sebelumnya Klopp bergabung dengan Liverpool, saat itu ada tawaran untuk menggantikan posisi David Moyes sebagai manajer Setan Merah, tanpa berpikir dua kali langsung menolak permintaan tersebut. Hingga jabatan itu sampai ke tangan Lois van Gaal, sudah pasti banyak orang bertanya, kenapa Klopp menolak tawaran tersebut, dengan tegas menyebutkan jika Manchester United bukan sekadar klub sepakbola.

Dikutip dari mirror.co.uk, jika Klopp nampak sangat ingin menceritakan kenangan tersebut, ketika di tanya kenapa menolaknya, dengan bangga di ceritakan jika dirinya menyukai sepakbola dengan permainan romantis. Tentu saja membuat banyak orang bingung, namun Klopp melihat ini pada Liverpool dan berniat memberikan pertolongan dan bantuan darinya bisa mengembalikan klub ini seperti sedia kala.

Bahkan di sebutkan, satu hal kenapa memiliki Liverpool ini merupakan klub dengan brand besar, bahkan disebutkan kata besar berulang kali. Bahkan mengatakan pada Robbie (pewawancara) jika Melwood seperti keluarga, bahkan tidak akan merasakannya sebelum menjadi bagian.

Dikatakan Klopp tidak ingin datang ke kantor dengan menggunakan dasi, ini bukan style dirinya. Dimana datang ke Anfield ingin meningkatkan bahkan membangun kembali, inilah kenapa Klopp lebih memilih Liverpool dari pada Manchester United. Ternyata apa yang dilakukan Klopp memberikan banyak dampak positif, bahkan Mohamed Salah dan kawan kawan merasa jika semua ini berkat sang manajer. Kerja kerasnya membuat The Reds bangkit kembali dan bisa lebih dari klub besar di Inggris, berhasil finish di posisi ketiga Premier League dan mengamankan tiket Liga Champions musim mendatang.

Ketika mengenang kembali apa yang sudah dilakukan Klopp, dirinya melihat kembali foto pertama ketika datang. Diakuinya jika bukan pelatih yang keren, datang dengan menggunakan topi baseball namun tetap mendapatkan hormat dari seluruh pemain. Tidak ada perlakukan khusus, inilah sepakbola dan ini klub sepakbola yang dirinya inginkan.

Nampaknya laga pamungkas di musim 2017-2018 akhir pekan ini menjawab semua mimpi Klopp, sudah dua kali berada di babak final, namun gagal ketika bersama Borussia Dortmund pada tahun 2013 lalu. Kali ini membawa Liverpool yang sudah 12 tahun gagal masuk ke tahapan final, nampaknya sudah tak lagi gentar meskipun harus berhadapan dengan langganan lima tahun terakhir masuk final, Real Madrid.