Kisah 'Hutang Budi' Gareth Southgate dan Patahnya Kutukan Adu Penalti Timnas Inggris

Kisah ‘Hutang Budi’ Gareth Southgate dan Patahnya Kutukan Adu Penalti Timnas Inggris

Timnas Inggris sukses lolos ke babak Perempat-final usai mengalahkan Kolombia 4-3 lewat babak adu penalti. Gol Harry Kane melalui titik putih pada menit ke 57 mampu dibalas Yerry Mina pada masa Injury Time hingga memaksa laga harus diselesaikan melalui adu penalti. Beruntung bagi Inggris, dua eksekutor terakhir Kolombia yaitu Matias Uribe dan Carlos Bacca gagal menyelesaikan tugasnya dan membuat Eric Dier memastikan pada eksekutor terakhir.

Yang menarik tentu kesuksesan Inggris ini mematahkan kutukan mereka saat menjalani babak adu penalti di Piala Dunia. Pasalnya The Three Lions selalu gagal dalam tiga kesempatan sebelumnya yaitu pada Piala Dunia edisi 1990, 1998, dan 2006. Tidak sampai disitu, catatan buruk kekalahan Timnas Inggris di babak adu penalti juga terjadi pada turnamen besar lainnya yaitu Piala Eropa.

Dalam empat kali kesempatan menyelesaikan laga dengan adu penalti, The Three Lions hanya sekali memenangkannya. Oleh karena itu, kemenangan perdana Inggris di babak adu penalti ini disambut antusias para pendukungnya. Bahkan melalui akun twitter resminya, Pangeran William juga mengungkapkan kegembiraanya.

Keberhasilan ini tentu tak lepas dari performa apik dari kiper utama, Jordan Pickford. Ia bahkan berhasil menebak semua arah tendangan eksekutor pemain Kolombia terkecuali Falcao pada tendangan pertama. Puncaknya pada tendangan terakhir dari Carlos Bacca berhasil ia tepis hingga membuat jalan bagi Eric Dier untuk mengunci kemenangan. Kiper muda Everton ini sekaligus menunjukkan pengalamnnya yang sudah banyak berlaga di Premier League.

Selain itu, tak kalah menariknya yaitu penebusan ‘hutang budi’ oleh pelatih mereka, Gareth Southgate. Pasalnya saat menjadi pemain ia merupkan satu-satunya eksekutor yang gagal menjalankan tugasnya pada gelaran Piala Eropa 1996. Kala itu Inggris yang bermain imbang lawan Jerman di Semifinal, harus diselesaikan oleh babak tos-tosan.

Sial bagi Southgate, dirinya gagal mencetak gol pada eksekusi keenam hingga membuat Inggris kalah dengan skor 6-5. Padahal skuad Inggris saat itu difavoritkan juara dengan nama-nama seperti Stuart Pearce, Teddy Sheringham, dan Alan Shearer. Kini kegagalan tersebut berhasil dibayar oleh Southgate saat ia kini menjabat sebagai pelatih saat memenangi babak tos-tosan melawan Kolombia. Apakah keberhasilan Southgate menebus hutangnya 22 tahun lalu juga dibayar dengan gelar juara dunia? Menarik untuk ditunggu.